Seandainya saja aku seorang jendral, maka akan kujadikan negara ini menjadi negara yang kondusif, aman, tentram dan terkendali. Medisiplinkan anak buahku, dan menindak tegas bagi mereka yang melakukan pelanggaran. Menjalankan hukum dengan seadil - adilnya, tanpa kompromi dan pandang bulu. Seandainya saja aku seorang hakim, maka aku akan memutuskan suatu perkara dengan seadil - adilnya. Tanpa perlu ada rekayasa peradilan, sehingga kita semua merasa terjamin rasa keadilannya.Dan seandainya - seandainya yang lain.
- Harapan - harapan seperti ini, pasti pernah terlintas dalam angan dan cita kita. Tidak ada yang salah bagi mereka yang memiliki harapan dan cita - cita yang luhur seperti ini. Yang salah adalah kita tidak pernah memelihara cita - cita dan harapan serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari - hari. Apapun profesi kita, baik sebagai seorang dokter yang mengutamakan kesembuhan pasiennya, sopir tentang keselamatan penumpangnya, pedagang bagaimana memuaskan pelanggannya, sampai pada tukang sampahpun dapat menyumbangkan subangsinya untuk masyarakat yang bersih, sehat, nyaman dan indah. Seorang mahasiswa dan seorang pelajar yang menimba ilmu dan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan studinya serta selalu berpikir kritis tentang realita sosial yang berkembang di masyarakat.
Peliharalah harapan untuk menjaga konsistensi kita, terhadap eksistensi kemanusian, yang merupakan khalifah, pemimpin di muka bumi ini. Kita bukanlah manusia setengah dewa, atau super hero, yang bisa merangkap semua hal sekaligus. Pelihara harapan dan berperanlah sesuai dengan status dan kwualitas diri yang kita miliki, dengan satu niat untuk ibadah. Apabila harapan dan peran di apresiasikan untuk ibadah, ini akan menjadi pondasi yang kokoh untuk mempertahankan konsistensi apa yang menjadi harapan dan cita - cita kita. Bukankah menyingkirkan duri dari jalanan adalah sedekah yang terkecil dan memiliki nilai ibadah. Memang kelihatannya sepeleh, tapi apabila kita berpikir jauh kedepan, bila tidak menyingkirkan duri dari jalanan dan ke injak seorang bocah pasti akan menimbulkan rasa sakit. Dan apabila tidak di bersihkan pasti akan menimbulkan infeksi,yang akan menyakiti bocah tersebut dalam waktu yang lama, belum lagi ongkos yang akan di keluarkan orang tuanya untuk biaya pengobatan dan orang tuanya termasuk golongan yang tidak mampu. Dan infeksi yang akut bisa menyebabkan kematian. Bagaimana kalau sang bocah itu anak kita, adik, kemenakan, teman dan anak dari tetangga kita. Bagaimana perasaan kita apabila hal ini terjadi diruang lingkup sosial kita. Silahkan anda mengartikannya sendiri.
Peliharalah harapan dan cita - cita, apresiasikan itu untuk ibadah, agar terjaga eksistensi dan konsistensi peran sebagai khalifah . Sekecil apapun status dan peran yang kita lakoni, pasti memiliki nilai dan arti yang besar, bagi orang lain dan masyarakat sekitar kita. Tidak perlu menunggu moment untuk berperan. Berperanlah jangan menunggu karena waktu tidak pernah berhenti untuk menunngu.
Berilmulah untuk sebuah perubahan. Wk.